UMKM Hadapi Tekanan karena MBG dan KDMP
JAKARTA. Manfaat ekonomi dari pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) belum dirasakan secara merata oleh pelaku usaha. Justru, ada indikasi bahwa sebagian usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menghadapi tekanan usaha di tengah pelaksanaan kedua program tersebut.
Survei Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) terhadap 1.806 pelaku UMKM formal dan informal pada Agustus 2026 menunjukkan, sebanyak 22% UMKM mengaku mengalami penurunan kegiatan usaha dengan kehadiran MBG. Sebanyak 26% UMKM informal melaporkan penurunan kegiatan usaha terkait MBG dan hanya 2% UMKM informal yang merasakan kenaikan.
Sementara itu, sebanyak 14% UMKM melaporkan penurunan usaha dengan kehadiran KDMP, lebih tinggi dibandingkan proporsi yang merasakan peningkatan, yakni 3%. Mayoritas responden menilai dampak KDMP terhadap usaha mereka masih stagnan.
"Pelaku usaha yang terdampak sebaiknya dilibatkan, misalnya dengan menjadikan kantin sekolah mitra dapur MBG. Pemerintah juga dapat menjadikan porsi belanja dari UMKM lokal sebagai salah satu indikator kinerja program," kata Peneliti Center of Trade and Investment (CITI) INDEF Dzulfian Syafrian, dikutip Selasa (20/10).
Tanpa keterlibatan dalam ekosistem program, pelaku usaha berpotensi kehilangan sebagian pasar tanpa memperoleh sumber permintaan baru dari belanja pemerintah.
